Tampilkan postingan dengan label Ilmu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Juli 2010

Sejarah 1 meter

Postingan ini sedikit melengkapi postingan sebelumnya "Asal-usul satuan meter".

Ukuran satu meter ternyata berubah-ubah sepanjang zaman karena selalu direvisi oleh ilmuwan tiap zamannya. Berikut ulasannya :

8 Mei 1790 — The French National Assembly (Majelis Nasional Prancis) menetapkan 1 meter sama dengan panjang pendulum yang menempuh setengah periode selama satu detik.

30 Maret 1791 — The French National Assembly menyetujui usulan the French Academy of Sciences yang menyatakan bahwa 1 meter sama dengan 1/10.000.000 kali jarak sepanjang permukaan bumi dari kutub utara hingga khatulistiwa melalui meridian Paris.

1795 — Dibuat batasan 1 meter temporer dari logam kuningan.

10 Desember 1799 — The French National Assembly menetapkan batasan 1 meter platinum yang dibuat pada 23 Juni 1799 dan disimpan di National Archives, digunakan sebagai standar akhir.

28 September 1889 — Konferensi Umum tentang Berat dan Satuan (General Conference on Weights and Measures - CGPM) digelar untuk pertama kalinya dan menentukan 1 meter sebagai jarak antara dua garisan pada batang platinum dengan campuran iridium 10% yang diukur pada suhu titik lebur es (0 derajat Celcius).

6 Oktober 1927 — Konferensi CGPM ke-7 menyesuaikan definisi 1 meter untuk jarak, pada suhu 0 derajat Celcius, antara sumbu dari dua garis tengah yan ditandai pada panel prototipe platinum-iridium, panel ini menjadi subjek tekanan atmosfir standar dan dukungan pada dua silinder yang paling sedikit berdiameter 1 cm, simetris ditempatkan pada bidang horizontal pada jarak 571 milimeter dari yang lainnya.

14 Oktober 1960 — Konferensi CGPM ke-11 menetapkan 1 meter sama dengan 1.650.763,73 kali panjang gelombang dalam ruang hampa sehubungan dengan transisi antara 2p10 dan tingkat kuantum 5d5 dari atom krypton-86 (Kr-86). (Dari sumber lain ada yang menyebutkan 1 meter sama dengan 1.650.761,73 kali panjang gelombang sinar jingga yang dipancarkan oleh atom-atom gas krypton-86 (Kr-86) di dalam ruang hampa pada suatu loncatan listrik.)

21 Oktober 1983 — Konferensi CGPM ke-17 menetapkan 1 meter sama dengan jarak yang ditempuh kecepatan cahaya (dalam ruang hampa) dalam selang waku 1/299.792.248 sekon.

2002 — Komite Internasional tentang Berat dan Satuan (The International Committee for Weights and Measures - CIPM) menganggap meter menjadi satuan panjang yang tepat dan dengan demikian merekomendasikan definisi yang membatasi "ℓ panjang yang cukup pendek dengan dampak yang diramalkan oleh relativitas umum yang bisa diabaikan untuk ketidakpastian yang realisasi".

Asal-usul satuan meter

Sebelum tercipta satuan meter, orang-orang mengukur sesuatu dengan menggunakan satuan hasta atau depa. Ada juga yang menggunakan satuan kaki yang masih umum digunakan sampai sekarang. Namun ha ini menimbulkan banyak kendala karena ukuran hasta, depa dan kaki bagi setiap orang berbeda-beda.

Menyadari hal tersebut, beberapa ilmuwan dari The French Academy of Sciences berdiskusi panjang untuk menentukan ukuran yang baku. AKhirnya ditetapkanlah bahwa 1 meter itu sebagai 1/10.000.000 jarak sepanjang permukaan bumi dari kutub utara hingga khatulistiwa melalui meridian Paris pada tahun 1791. Dan pada 7 April 1795, Perancis menggunakan meter sebagai jarak resmi untuk panjang.

Kamis, 01 Juli 2010

Anomali air, penyebab es mengapung di atas air

Sudah menjadi fitrah setiap benda bahwa dia akan memuai jika dipanaskan dan akan menyusut jika didinginkan. Namun beda halnya dengan air yang akan menyusut jika dipanaskan dan mengembang jika didinginkan. Itulah gejala alam yang oleh para scientist dunia dinamakan "Anomali Air"

Pemuaian adalah peristiwa bertambahnya panjang sebuah benda karena dipanaskan. Secara empiris (penelitian), saat terjadi pemuaian, maka yang bertambah dari benda tersebut adalah volumenya, bukan massanya. Begitupun saat terjadi penyusutan, yang berkurang adalah volumenya sedangkan massa zat tetap/tidak berubah.

Fakta unik, bahwa kebalikan dari hal tersebut berlaku untuk air. Volume air akan bertambah saat didinginkan hingga 0 derajat Celcius, artinya air mengembang saat dibekukan. Karena massa jenis berbanding terbalik dengan volume, maka volume bertambah dan massa tetap, massa jenis akan berkurang. Dengan kata lain, massa jenis air yang membeku -es- lebih kecil dibandingkan massa jenis air, sehingga es mengapung di atas air walaupun es termasuk benda padat. Itulah salah satu keanehan dari sebuah zat bernama 'air' yang diberi istilah "Anomali Air"

Kamis, 01 April 2010

Aplikasi Konsep Aliran Fluida dalam Kardus Kemasan Buah

Dengan ukuran yang terbilang luas dan ditambah empat buah Air Conditioner (AC), suasana ruang kuliah yang diisi 100 orang mahasiswa masih terasa panas dan kering. Padahal saat itu cuaca sedang mendung dan suhu lingkungan tidak terlalu panas. Lalu mengapa bisa terjadi hal demikian?

Ternyata ada yang salah dengan pola posisi duduk mahasiswa. Mahasiswa duduk secara merapat dengan membentuk pola sebuah kotak yang besar sehingga tidak ada celah di antara tempat. Keadaan tersebut menghambat aliran udara dalam ruangan untuk mengalir secara bebas ke luar ruangan. Seharusnya posisi duduk mahasiswa membentuk pola empat buah kotak kecil yang dipisahkan dua celah melintang yang saling memotong tegak lurus. Dengan demikian aliran udara dapat mengalir melalui celah tersebut sehingga udara dalam ruangan tidak panas dan kering.

Hal ini sepertinya terlihat sepele, namun sebenarnya ini adalah konsep dasar mata kuliah Mekanika Fluida dalam program studi Teknik Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Aliran udara merupakan fluida yang memiliki sifat mudah mengalir pada saluran terbuka. Dengan menggunakan konsep yang sama, kita dapat mengaplikasikannya pada proses pengemasan buah dan bahan pangan lainnya.

Jika kita mencermati box atau kardus yang digunakan untuk mengemas buah jika hendak di ekspor, di tiap sisi kardus ada sebuah lubang kecil. Lubang pada setiap sisi sejajar dengan sisi yang ada di depannya. Hal ini dimaksudkan agar terbentuk saluran udara ketika kardus ditumpuk satu sama lain sehingga udara dapat mengalir secara bebas walau kardus ditumpuk-tumpuk. Dengan menerapakan konsep ini, buah-buahan akan tetap dingin dan tidak membusuk.