Rabu, 29 Desember 2010
Foto-Foto Pembakar Semangat
Tolong Jaga Mata Saya Baik-Baik
Kekasihnya bertanya, “Sudikah kamu menikah denganku sekarang?” Tanpa sebuah alasan, wanita itu menolak. Kekasihnyapun tersenyum dan berlalu pergi sambil berkata. “Tolong jaga mata saya baik-baik…”
Selasa, 28 Desember 2010
Perjuangan Siput Menyebrang Tanpa Jembatan
Sabtu, 30 Oktober 2010
Perbedaan Suka, Sayang, dan Cinta
2. Saat kau MENYAYANGI seseorang, kau ingin sekali membuatnya bahagia dan bukan untuk dirimu sendiri.
3. Saat kau MENCINTAI seseorang, kau akan melakukan apapun untuk kebahagiaannya walaupun kau harus mengorbankan jiwamu.
4. Saat kau menyukai seseorang dan berada disisinya maka kau akan bertanya,"Bolehkah aku menciummu?"
5. Saat kau menyayangi seseorang dan berada disisinya maka kau akan bertanya,"Bolehkah aku memelukmu?"
6. Saat kau mencintai seseorang dan berada disisinya maka kau akan menggenggam erat tangannya...
7.SUKA adalah saat ia menangis, kau akan berkata "Sudahlah, jangan menangis."
8. SAYANG adalah saat ia menangis dan kau akan menangis bersamanya.
9.CINTA adalah saat ia menangis dan kau akan membiarkannya menangis dipundakmu sambil berkata, "Mari kita selesaikan masalah ini bersama-sama. "
10. SUKA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata,"Ia sangat cantik dan menawan."
11. SAYANG adalah saat kau melihatnya kau akan melihatnya dari hatimu dan bukan matamu.
12.CINTA adalah saat kau melihatnya kau akan berkata,"Buatku dia adalah anugerah terindah yang pernah Tuhan berikan padaku.."
13. Pada saat orang yang kau SUKA menyakitimu, maka kau akan marah dan tak mau lagi bicara padanya.
14. Pada saat orang yang kau SAYANG menyakitimu, engkau akan menangis untuknya.
15. Pada saat orang yang kau CINTAI menyakitimu, kau akan berkata,"Tak apa dia hanya tak tau apa yang dia lakukan."
16. Pada saat kau suka padanya, kau akan MEMAKSANYA untuk menyukaimu.
17. Pada saat kau sayang padanya, kau akan MEMBIARKANNYA MEMILIH.
18. Pada saat kau cinta padanya, kau akan selalu MENANTINYA dengan setia dan tulus...
19. SUKA adalah kau akan menemaninya bila itu menguntungkan.
20. SAYANG adalah kau akan menemaninya di saat dia membutuhkan.
21. CINTA adalah kau akan menemaninya di saat bagaimana keadaanmu.
22. SUKA adalah hal yang menuntut.
23. SAYANG adalah hal memberi dan menerima.
24. CINTA adalah hal yang memberi dengan rela.
Kamis, 09 September 2010
Belajar dari bocah
Mendengar adzan dzuhur berkumandang, bocah berbaju lusuh itu segera berlari ke arah mesjid sambil menenteng roti isi daging di tangan kanan dan es cendol di tangan kirinya. Dia menari-nari di hadapan orang-orang yang masuk ke mesjid sambil sesekali menyeruput es cendol dan mengunyah roti dagingnya. Itu adalah hal yang biasa jika yang dilakukan bocah itu tidak saat bulan Ramadhan. Setiap kali ada orang yang melewatinya, ia menyengir sinis seraya memamerkan roti dagingnya yang berwarna coklat menyala dan butiran es yang menetes dari bungkus plastik cendolnya. Setelah salat dzuhur berjamaah selesai, ia menghilang dari pelataran mesjid.
Fenomena munculnya bocah aneh itu baru terjadi saat Ramadhan kali ini dan langsung menjadi buah bibir masyarakat sekitar. Pasalnya, bocah itu bukanlah warga asli daerah situ dan tidak ada yang mengenalnya. Tidak sedikit orang yang merasa kesal melihat tingkah bocah itu. Namun sampai sekarang tidak ada yang kesampaian hati untuk menegurnya jika melihat kaki sang bocah yang penuh lumpur tanpa alas kaki dan bajunya yang lusuh tidak pernah diganti. Sampai suatu ketika, Fulan berniat menegur bocah itu karena tidak tahan melihat sikap bocah aneh itu.
Keesokan harinya, seperti biasa Fulan berangkat ke mesjid saat adzan dzuhur berkumandang. Di pelataran mesjid, bocah aneh itu telah menari-nari sambil membuka bungkus sekerat roti daging dan langsung menggigitnya. Dia juga menggoda jamaah mesjid dengan es cendol yang sepertinya sangat segar jika mengalir melalui kerongkongan pada siang itu. Fulan segera menghampiri bocah itu dan langsung menegurnya.
Bocah itu bertanya, “Mengapa tidak boleh dimakan? Ini kan kepunyaan saya”, mata si bocah menatap tajam ke arah Fulan sambil terus menggigit roti dagingnya. Fulan mencoba menerangkan dengan lembut, “Maaf ya, bukannya tidak boleh tapi kamu melakukannya di bulan puasa. Bukankah seharusnya kamu juga berpuasa? Kamu bukannya menahan lapar dan haus, malah menggoda orang dengan tingkahmu ini...”, sebenarnya Fulan ingin mengomel lebih lama, namun kata-katanya disanggah bocah itu. “Bukankah kalian yang lebih sering melakukan hal ini kepada kami! Selama 11 bulan kalian selalu saja menggoda kami dengan segala kemewahan dunia yang kalian miliki. Ketika kami berjuang keras hidup di bawah garis kemiskinan, dengan tenangnya kalian memainkan ponsel keluaran terbaru di hadapan kami. Saat kami mengais sesuap nasi dari tempat sampah, kalian memesan banyak makanan mahal dan tidak jarang kalian menyumpahi makanan tersebut hanya karena kebanyakan garam atau sedang tidak berselera makan.
Dan ketahuilah Tuan, justru kalianlah yang menyakiti kami di bulan Ramadhan ini! Saat bedug maghrib tiba, kami kembali tersiksa menatap kerakusan kalian. Bulan puasa hanyalah pergeseran waktu makan bagi kalian. Saat Idul Fitri tiba, kalian kembali memamerkan beragam kemewahan dengan baju baru yang mahal, sedangkan hanya baju ini satu-satunya yang kami gunakan untuk semua aktivitas. Kalian membeli sepatu baru yang mahal walau sepatu lama kalian masih dapat digunakan, sedangkan kaki-kaki kami tersiksa tanpa alas kaki. Rumah kalian dipenuhi makanan yang enak serta kue-kue yang mewah, tapi tidak pernah ada sedikitpun niat kalian untuk mengundang kami menikmati santapan di rumah kalian. 12 bulan kalian menyakiti kami, maka yang aku lakukan ini sebenarnya tidak ada apa-apanya bukan?”
Setelah itu si bocah pergi seiring selesainya salat dzuhur. Fulan masih saja terdiam saat memahami pesan yang hendak disampaikan bocah itu. Ia melafadzkan istigfar sebanyak-banyaknya. Kakinya gontai menuntun tubuhnya untuk mengambil air wudhu dan segera menunaikan salat dzuhur. Setelah kejadian itu, ia tidak lagi melihat bocah itu menari-nari di pelataran mesjid tiap adzan dzuhur. Lambat laun, cerita tentang bocah aneh itu pun menghilang dari kampung si Fulan. Namun Fulan mendapat pelajaran luar biasa darinya. Dia selalu menceritakan pengalamannya bersama bocah “misterius” itu kepada orang lain agar setiap orang bisa mengambil hikmah bulan suci Ramadhan yang sesungguhnya. Semoga kita dapat menjadikan 11 bulan lainnya seperti bulan Ramadhan, menahan nafsu duniawi, saling berbagi kepada sesama, empati atas penderitaan saudara-saudara kita. Wallahualam bis shawab
Rabu, 10 Februari 2010
Lucu ya . .



Lucu ya, kita begitu percaya pada yang dikatakan koran, tapi sering kita mempertanyakan apa yang dikatakan Qur'an.
Lucu ya, semua orang pinginnya masuk surga tanpa harus beriman, berpikir, berbicara atau melakukan apa-apa.
Lucu ya, betapa lamanya 2 jam berada di Mesjid, tapi betapa cepatnya 2 jam berlalu saat menikmati pemutaran film di bioskop.
Lucu ya, kita bisa ngirim ribuan "jokes" lewat "E-mail", tapi bila ngirim yang berkaitan dengan ibadah sering mesti berpikir dua kali.
Jumat, 22 Januari 2010
Secangkir madu































.jpg)

