Sabtu, 03 Juli 2010

Asal-usul satuan meter

Sebelum tercipta satuan meter, orang-orang mengukur sesuatu dengan menggunakan satuan hasta atau depa. Ada juga yang menggunakan satuan kaki yang masih umum digunakan sampai sekarang. Namun ha ini menimbulkan banyak kendala karena ukuran hasta, depa dan kaki bagi setiap orang berbeda-beda.

Menyadari hal tersebut, beberapa ilmuwan dari The French Academy of Sciences berdiskusi panjang untuk menentukan ukuran yang baku. AKhirnya ditetapkanlah bahwa 1 meter itu sebagai 1/10.000.000 jarak sepanjang permukaan bumi dari kutub utara hingga khatulistiwa melalui meridian Paris pada tahun 1791. Dan pada 7 April 1795, Perancis menggunakan meter sebagai jarak resmi untuk panjang.

Kamis, 01 Juli 2010

Anomali air, penyebab es mengapung di atas air

Sudah menjadi fitrah setiap benda bahwa dia akan memuai jika dipanaskan dan akan menyusut jika didinginkan. Namun beda halnya dengan air yang akan menyusut jika dipanaskan dan mengembang jika didinginkan. Itulah gejala alam yang oleh para scientist dunia dinamakan "Anomali Air"

Pemuaian adalah peristiwa bertambahnya panjang sebuah benda karena dipanaskan. Secara empiris (penelitian), saat terjadi pemuaian, maka yang bertambah dari benda tersebut adalah volumenya, bukan massanya. Begitupun saat terjadi penyusutan, yang berkurang adalah volumenya sedangkan massa zat tetap/tidak berubah.

Fakta unik, bahwa kebalikan dari hal tersebut berlaku untuk air. Volume air akan bertambah saat didinginkan hingga 0 derajat Celcius, artinya air mengembang saat dibekukan. Karena massa jenis berbanding terbalik dengan volume, maka volume bertambah dan massa tetap, massa jenis akan berkurang. Dengan kata lain, massa jenis air yang membeku -es- lebih kecil dibandingkan massa jenis air, sehingga es mengapung di atas air walaupun es termasuk benda padat. Itulah salah satu keanehan dari sebuah zat bernama 'air' yang diberi istilah "Anomali Air"

Knock Nevis, Kapal Tanker terbesar di dunia


Seawise Giant, demikian nama asli kapal ini saat dibuat pada tahun 1979 oleh Sumitomo Heavy Industries, Ltd di galangan kapal mereka di Yokosuka, Kanagawa, Jepang. Awalnya kapal ini didesain dengan daya angkut 480.000 metric tons DWT (deadweight) kemudian dinaikkan menjadi 564.763 metric tons DWT. Seawise Giant resmi diluncurkan pada tahun 1979.

Kapal ini pernah diserang oleh pasukan udara Irak saat terjadi Perang Irak-Iran. Saat itu, Seawise Giant tengah mengangkut minyak mentah Iran dan melintasi perairan selat Hormuz. Akibat serangan tersebut, Seawise Giant mengalami kerusakan parah dan dinyatakan 'pensiun'.

Tidak lama setelah Perang Irak-Iran berakhir, Norman International membeli kapal ini dan memperbaikinya. Setelah perbaikan selesai, kapal ini berganti nama menjadi Happy Giant pada tahun 1989.

Pada tahun 1991, Jorgen Jahre membeli Happy Giant dan mengganti nama kapal tersebut menjadi Jahre Viking. Selama tahun 1991 sampai 2004, Jahre Viking dimiliki oleh Loki Stream AS dan mengibarkan bendera Norwegia. Hingga akhirnya pada tahun 2004, First Olsen Tankers Pte. Ltd, membeli Jahre Viking dan mengganti namanya menjadi Knock Nevis. Knock Nevis dialihfungsikan menjadi tangki penyimpanan permanen di ladang minyak Qatar Al Shaheen di Teluk Persia.

Dengan lebar 69 meter dan panjang 458 meter, ente-ente bisa merebahkan Monas, menara Eiffel ataupun Empire State Building New York di atas kapal ini. Knock Nevis mampu membawa minyak bumi sekitar 14 juta barrel yang bisa menghidupi seluruh kendaraan bermesin di muka bumi selama 2 minggu.


Perbandingan Knock Nevis dengan gedung tertinggi di dunia


Perbandingan Knock nevis dengan kapal besar lainnya

Ketika muatannya penuh, bagian dasar kapal ini tenggelam sedalam 25 meter, yang mana mengakibatkan kapal ini (untuk amannya) hanya bisa melalui perairan yang minimal memiliki ke dalaman 30 m. Artinya, Knock Nevis tidak dapat melewati Terusan Panama dan Terusan Suez.