Sabtu, 05 Februari 2011

Tukang Bubur Jaman Sekarang


Menurut sumber, foto ini diambil di daerah Bekasi. Baru kali ini ada tukang bubur jualan dengan motor Ninja 150 RR warna merah cabe lansiran anyar 2010. Motor Kawasaki kelas premium setelah Ninja 250 R dengan banderol harga 32,5 juta tidak bisa dibilang murah.

Kalau dihitung-hitung keuntungan jualan seperti itu berapa sih. Atau jangan-jangan abang ini emang gede keuntungannya. Sebagai simulasi, Ninja 150 RR adalah mesin 2 tak dimana seirit-iritnya nih motor pasti lebih boros dibanding 4 tak. Plus kalau tidak sengaja jatuh, harga fairing satu set lumayan menguras kantong tentunya. Bandingkan kalau mereka memakai motor bebek 4 tak, pasti bakal lebih besar keuntungan yang diperoleh.

So, motor premium bukan hanya orang gedean yang bisa beli bro. Karena profesi ternyata tidak bisa menghalangi siapapun yang ingin tampil gaya dan keren. Saya sendiri masih susah percaya kalau belum liat sendiri karena foto bisa direkayasa. Tapi apapun keadaannya itu adalah fakta dan realita. Pantesan saja ada wacana BBM bersubsidi akan dicabut oleh pemerintah. Jangan-jangan pas survei lapangan para pejabat pemerintah mergokin tukang-tukang bubur lagi jualan pakai Ninja juga. Emang susah ditebak jaman sekarang……
Bonus :
source : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6900401

Enaknya Jadi Bawahan

Kira-kira kaya begini ya kalau jadi Bawahan :

1. Tidak diminta jadi teladan, karena teladan datangnya dari atasan

2. Tidak perlu malu ke kantor naik bus kota

3. Tidak pusing mikirin gaji atasan

4. Jarang kena gosip ada main dengan sekretaris pribadi

5. Jarang diteleponin

6. Gajinya sudah jelas, jadi gampang mengaturnya

7. Sewaktu-waktu bisa mendemo bosnya. Sampai saat ini, belum ada bos mendemo bawahan.

8. Waktu kerjanya jelas. Kalau kelebihan dianggap lembur

9. Bisa menggosipi bosnya

10. Bisa berharap, suatu hari jadi atasan. Namun bagi atasan, mimpipun tidak berani untuk jadi bawahan

11. Nasibnya diperhatikan pemerintah. Kalau bos belum pernah kan disinggung-singgung mengenai UMR-nya

12. Biasanya tahu skandal bosnya, tapi ngga berani ngomong. Sementara sang bos jarang yang tahu kisah asmara bawahannya.

source : http://www.kaskus.us/showthread.php?p=361843490&posted=1#post361843490

Jumat, 04 Februari 2011

Komandan SAR DIY Lawan Pernyataan Kasipidum Kejari Sleman

Komandan Tim SAR DIY, Brotoseno, melawan pernyataan Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman, Petrus Sadiyo SH, bahwa senjata tajam yang dibawa Arief Johar Cahyadi Permana (24), relawan SAR DIY asal Klaten, saat dirazia polisi adalah ilegal.

“Jika Pak Petrus minta surat kelengkapan kepemilikan senjata tajam yang dimiliki Arief, tolong saya dikasih tahu, toko mana yang memberikan surat tersebut kepada pembelinya. Jangan samakan dengan senjata api,” ujarnya, Jumat (4/2/2011).

Brotoseno mengatakan, pisau lipat, golok, linggis, dan sebagainya merupakan sarana taktis anggota Tim SAR maupun relawan pada operasi evakuasi korban bencana erupsi Merapi.

“Dalam ilmu survival, ada pelajaran survival kit yang harus dipahami. Dan dalam ilmu tersebut, memang ada peralatan-peralatan tersebut, termasuk pisau lipat, untuk search and rescue. Lha kok malah ditangkap dan sekarang disuruh menunjukkan surat kelengkapan kepemilikannya.” tutur Brotoseno.