A home is not a mere transient shelter: its essence lies in the personalities of the people who live in it. -- H. L. Mencken
Bagi orang Amerika, ada makna yang berbeda dalam kata house dan home meskipun keduanya sama-sama memiliki arti rumah. Lafal house menyebutkan rumah sebagai sebuah struktur bangunan, sedangkan lafal homedimaknai sebagi orang-orang yang tinggal di rumah dan membuatnya menjadi tempat yang aman dan menyenangkan untuk menjadi. Home dapat berarti dimana saja Anda tinggal, baik di itu di rumah, mobil, gubuk, apartemen, kost-kostan, dll. Home adalah dimana hati terpaut disana. Anda dapat menyebut apartemen Anda sebagai home, tetapi tidak dapat menyebutnya sebagai house. Agen real estate di USA terlatih untuk meminimalkan keterlibatan emosional dengan menyebut house ketika Anda akan menjual rumah Anda, tetapi ia akan memaksimalkan keterlibatan emosional untuk menyebut home ketika Anda akan membeli sebuah rumah.
Sesungguhnya diam itu sangat bermacam-macam penyebab dan dampaknya. Ada yang dengan diam jadi emas, tapi ada pula dengan diam malah menjadi masalah. Semuanya bergantung kepada niat, cara, situasi, juga kondisi pada diri dan lingkungannya. Berikut ini bisa kita lihat jenis-jenis diam:
a. Diam Bodoh
Yaitu diam karena memang tidak tahu apa yang harus dikatakan. Hal ini bisa karena kekurangan ilmu pengetahuan dan ketidakmengertiannya, atau kelemahan pemahaman dan alasan ketidakmampuan lainnya. Namun diam ini jauh lebih baik dan aman daripada memaksakan diri bicara sok tahu.
b. Diam Malas
Diam jenis merupakan keburukan, karena diam pada saat orang memerlukan perkataannya, dia enggan berbicara karena merasa sedang tidak mood, tidak berselera atau malas.
c. Diam Sombong
Ini pun termasuk diam negatif karena dia bersikap diam berdasarkan anggapan bahwa orang yang diajak bicara tidak selevel dengannya.
d. Diam Khianat
Ini diamnya orang jahat karena dia diam untuk mencelakakan orang lain. Diam pada saat dibutuhkan kesaksian yang menyelamatkan adalah diam yang keji.
e. Diam Marah
Diam seperti ini ada baiknya dan adapula buruknya, baiknya adalah jauh lebih terpelihara dari perkataan keji yang akan lebih memperkeruh suasana. Namun, buruknya adalah dia berniat bukan untuk mencari solusi tapi untuk memperlihatkan kemurkaannya, sehingga boleh jadi diamnya ini juga menambah masalah.
f. Diam Utama (Diam Aktif)
Yang dimaksud diam keutamaan adalah bersikap diam hasil dari pemikiran dan perenungan niat yang membuahkan keyakinan bahwa engan bersikap menahan diri (diam) maka akan menjadi maslahat lebih besardibanding dengan berbicara.
Kisah tentang 2 orang sahabat karib yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Ditengah perjalanan, mereka bertengkar dan salah seorang tanpa dapat menahan diri menampar temannya. Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi dengan tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir : "hari ini, sahabat terbaik ku menampar pipiku"
Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, dimana mereka memutuskan untuk mandi. Namun, ternyata oasis tersebut cukup dalam sehingga orang yang kena tampar nyaris tenggelam, dan diselamatkanlah dia oleh sahabat yang menamparnya tadi. Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu : "hari ini, sahabat terbaik ku menyelamatkan nyawaku"
Si penolong yang pernah menampar sahabatnya tersebut bertanya, "kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan sekarang setelah kuselamatkan kamu menulis di batu?"
Temannya sambil tersenyum menjawab: "ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya diatas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut. Dan bila antara sahabat terjadi sesuatu kebajikan sekecil apa pun, kita harus memahatnya di atas batu hati kita, agar tetap terkenang tidak hilang tertiup angin waktu"
Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik karena sudut pandang yang berbeda. Oleh karenanya cobalah untuk saling memaafkan dan lupakan masalah lalu.