Selasa, 12 Januari 2010

MESTAKUNG (Semesta Mendukung)

Aku cukup tertarik dengan buku yang satu ini. Buku ini ditulis oleh Prof. Yohanes Surya yang sukses mengantarkan TOFI (Tim olimpiade Fisika Indonesia) menggondol banyak prestasi di kancah Internasional. Segalanya mengenai keikutsertaan Indonesia pada ajang IPhO (International Physic Olimpiade) bermula dalam keadaan serba krisis (krisis sumberdaya dan dana). Namun Prof. Yohanes Surya menyadari bahwa keadaan kritis itulah yang akan memicu seluruh semesta untuk mendukung potensi yang terbatas tersebut.

Berikut beberapa kutipan dari buku tersebut :

Apa yang terjadi ketika kita menuangkan pasir sedikit demi sedikit ke atas lantai? Ya betul, pasir akan membentuk suatu bukit pasir kecil. Jika kita terus menuangkan pasir, bukit pasir ini makin lama makin besar dan makin tinggi. Ketika bukit pasir mencapai suatu ketinggian tertentu yang kita sebut ketinggian kritis terjadilah suatu keanehan. Pada ketinggian kritis ketika kita menjatuhkan beberapa butir pasir, terlihat butir-butir pasir ini mengatur dirinya. Ada yang jatuh mengenai bukit pasir lalu bergulir terus dan berhenti di suatu tempat. Ada yang jatuh lalu mendorong butir-butir pasir lain untuk bergulir, butir-butir yang bergulir ini dapat mendorong butir-butir lain untuk bergulir juga sebelum berhenti pada suatu tempat. Ada pula yang hanya bergulir sedikit atau tidak bergulir sama sekali. Tiap butir pasir seolah-olah punya peran masing-masing. Mereka semua bekerja bersama-sama mempertahankan agar kemiringan bukit pasir tidak berubah. Aneh bukan? Sepertinya pasir-pasir ini punya otak untuk menghitung sehingga kemiringan bukit pasir tidak berubah.

Peristiwa pengaturan diri seperti yang terjadi pada pembentukan bukit pasir ini merupakan satu diantara ribuan bahkan jutaan peristiwa yang terjadi di alam ini. Peristiwa-peristiwa ini terjadi ketika suatu sistem berada pada kondisi kritis. Pada kondisi kritis, tiap individu berinteraksi dengan individu-individu lain. Kemudian individu-individu ini secara bersama-sama mengatur dirinya sehingga mem-brojol-lah (emerge) sesuatu keadaan yang baru, yang berbeda dari biasanya. Dalam fisika, proses pengaturan diri pada kondisi kritis dikenal sebagai fenomena kritis (critical phenomena).

.........................................

Secara logika, sulit sekali mengarfiahkan arti Semesta Mendukung. Namun secara teoritis, ilmu Fisika membuktikan bahwa MESTAKUNG benr-benar terjadi. Saat kondisi sudah mencapai titik kritis, terjadi proses pengaturan diri pada molekul-molekul sehingga mampu menghasilkan perubahan yang tidak terduga.

Nyatanya, MESTAKUNG tidak hanya dibuktikan dengan fenomena Fisika seperti kutipan di atas. Dalam kehidupan sehari-hari, kita pun seringkali melihat beberapa fenomena MESTAKUNG

.Jika Anda diminta melompati tembok yang tingginya 2,5 meter, mampukah Anda? Mungkin beberapa di antara Anda ada yang mengeluh bahwa hal itu tidak bisa dilakukan. Namun, bagaimana halnya jika Anda tengah dikejar anjing dan Anda harus melompati tembok 2,5 meter tersebut untuk menghindari kejaran anjing tersebut ?

Tentunya Anda akan mengeluarkan seluruh kekuatan Anda untuk memanjat tembok tersebut. Dan saat itulah terjadi pengaturan seluruh sel-sel tubuh, mulai dari kaki, tangan, hingga otak. Hingga akhirnya Anda mampu memanjat tembok 2.5 meter yang selama ini Anda keluhkan tidak bisa dilewati. Itulah MESTAKUNG, saat kondisi kritis, semesta akan mendukungmu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar